Kamis, 08 Oktober 2015

Komunikasi bisnis pada internet

                                                                             BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Facebook merupakan bagian dari media sosial online yang menghubungkan para penggunanya dari seluruh belahan bumi melalui internet. Para pengguna Facebook tidak hanya dapat bertukar informasi atau pesan, namun juga dapat berbagi gambar, foto, video, dll. Laquey menjelaskan bahwa internet merupakan media yang memiliki kemampuan menghubungkan penggunanya secara seketika dengan ribuan orang. Internet diibaratkan sebagai sistem jalan raya dengan kecepatan tinggi yang dapat memperpendek perjalanan, atau sebagai media yang dapat mengumpulkan orang (Ardianto, Komala, Karlinah, 2007:151-153).
Internet merupakan bagian dari perkembangan teknologi komunikasi yang berperan sebagai sumber informasi yang jaringannya tersebar hingga keseluruh dunia dan juga sebagai alternatif komunikasi masyarakat modern yang menyebabkan tuntutan mereka terhadap kebutuhan informasi selalu meningkat. Perkembangan teknologi komunikasi mempermudah arus pertukaran informasi para pelaku bisnis dan membuat mereka tidak lagi mempermasalahkan batas, jarak, ruang dan waktu.
Rosenblatt menjelaskan bahwa komunikasi bisnis merupakan pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Demi mencapai itu semua, perusahaan melibatkan pertukaran informasi dalam komunikasi bisnis secara terus-menerus. Dengan memperluas bisnis akan menimbulkan tekanan yang lebih besar dalam menemukan cara komunikasi yang lebih efektif . Hal ini menjelaskan bahwa bisnis dan komunikasi tidak dapat dipisahkan.
Demi mencapai tujuan, pelaku bisnis harus memiliki strategi komunikasi bisnis yang efektif dan interaktif yang dapat menembus batas, jarak, ruang dan waktu. Social media marketing online merupakan strategi yang ampuh dalam mencapai tujuan tersebut, seperti Facebook, Twitter, Blog, KasKus, dll. Facebook menjadi pilihan utama para pelaku bisnis online karena jumlah penggunanya selalu meningkat dan Facebook menjadi tempat stategis bagi para pebisnis untuk memasarkan barang dagangannya.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, penulis mengidentifikasi masalah utama pada strategi komunikasi bisnis yang efektif dan interaktif bagi pelaku bisnis online. Demi mencapai tujuan, para pelaku bisnis melibatkan pertukaran informasi dalam komunikasi bisnis secara terus-menerus. Penggunaan Facebook merupakan strategi social media marketing yang ampuh demi mencapai tujuan mereka.
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah menjadi:
1.3.1 Apa tujuan pelaku bisnis online melakukan social media marketing?
1.3.2 Bagaimana cara para pelaku bisnis online menggunakan Facebook sebagai strategi komunikasi bisnis online yang efektif dan interaktif?
1.3.3 Apa kelebihan dan kekurangan Facebook dalam mencapai strategi komunikasi bisnis online yang efektif dan interaktif?
1.4 Maksud Penelitian
Maksud penelitian ini adalah untuk memahami strategi komunikasi bisnis yang efektif dan interaktif bagi pelaku bisnis online dengan menggunakan Facebook sebagai social media marketing.

1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji strategi komunikasi bisnis yang efektif dan interaktif bagi pelaku bisnis online dengan menggunakan Facebook sebagai social media marketing.
1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan atas sumbangan dalam kajian ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan komunikasi bisnis online.
1.6.2 Praktis
Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan wawasan serta masukan bagi pelaku bisnis online dalam melakukan strategi komunikasi bisnis online pada Facebook.
 
KOMUNIKASI BISNIS PADA INTERNET


Komunikasi bisnisadalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal.

Komunikasi bisnis melibatkan pertukaran informasi yang terus-menerus untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Lebih banyak bisnis diperluas, lebih besar tekanannya pada bisnis tersebut untuk menemukan cara komunikasi yang lebih efektif bersama para pekerja dan dengan dunia di luar. Dengan demikian, bisnis dan komunikasi berjalan satu sama lain.
Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  • Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  • Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
  • Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  • Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  • Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  • Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.


Komunikasi Berbasis Internet

Internet menjadi suatu media komunikasi yang memegang peranan sangat penting dalam perkembangan bisnis, secara garis besar terdapat tiga aktivitas bisnis utama yang dapat dikomunikasikan lewat internet:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Membangun produk.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Aktivitas operasional
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Pelayanan jasa,

Berbagai aktivitas bisnis dapat dilakukan melalui internet, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Berbagi data internal.
  • Rekruitmen calon pegawai.
  • Memperolah partner bisnis, dan pelanggan.
  • Menemukan informasi eksternal (pihak luar).
  • Pembelian material dan peralatan.
  • Promosi produk dan jasa.
  • Fasilitas penunjang bagi pelanggan.
  • Media kolaborasi dengan partner bisnis.
  • Publikasi perkembangan bisnis.


Komunikasi bisnis berbasis internet, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu:
  • Menggunakan e-mail
  • Diskusi melalui Milist (mailing list)
  • Membuat suatu group/komunitas
  • Melalui video konferensi
  • Pesan singkat
  • Telepon berbasis internet, dan
  • Transfer data/dokumen

Selain itu agar dapat melakukan komunikasi bisnis yang efektif, seorang komunikan harus memiliki 3 kemampuan (skill), yaitu:

< !--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Empati,
< !--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Pembicara yang sederajat,
< !--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Proyeksi atau menciptakan dampak.

Dengan demikian apabila komunikasi bisnis berjalan secara efektif di suatu perusahaan akan dapat menghasilkan beberapa hal sebagai berikut:
  • Mempercepat penyelesaian masalah.
  • Memperkuat pengambilan keputusan.
  • Meningkatkan profesionalisme.
  • Memberikan respon yang positif terhadap stakeholder.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Memperkuat hubungan bisnis.


Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistem informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistem informasi dan teknologi mempercepat proses globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun.

Perkembangan sistem informasi dan teknologi mempercepat proses globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun. Dari pengamatan tersebut memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media dan memungkinkan komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri.

Tantangan ke depan, bukan saja sekedar menjual produk & jasa perusahaan, tetapi bagaimana menyampaikan pesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat memberikan manfaat kepada banyak orang dari berbagai ragam budaya, latar belakang, dan sebagainya. Proses penyampaian pesan atau informasi tersebut, dapat dilakukan secara satu arah, seperti melalui media elektronik atau media cetak juga dapat dilakukan secara dua arah (interaktif) melalui jaringan internet.

Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commercedapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media internet.

E-Commerceadalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan suatu komunitas melalui transaksi elektronik serta perdagangan barang, layanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik melintasi batas demi batas dan zona waktu yang hampir pada saat yang bersamaan. E-Commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya, antara perusahaan dengan pelanggan, atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan publik. Aktivitas e-bisnis di Indonesia, merupakan tantangan tersendiri bagi para manajer untuk mengkomunikasikan bisnisnya kepada masyarakat yang mayoritas skeptis terhadap sistem penjualan online melalui perbaikan sistem, pemupukan tingkat kepercayaan masyarakat serta pemberian edukasi yang berkesinambungan.

Sistem E-Commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu:

Electronic Markets (EMs)
yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Keuntunganfasilitas EMs bagi pelanggan terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu, sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

Electronic Data Interchange (EDI)
adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia. Keuntungan menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, respon dan pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

Internet Commerce
adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti memberikan keuntungan, antara lain:
  • untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet.
  • harga lebih murah, mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat;
  • internet merupakan media promosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta
  • pembelian melalui internet selalu akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.


HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI

Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam tiga jenis sebagai berikut:

< !--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.

< !--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.

< !--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.

Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup:

  • Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, dan penyaringan informasi.
  • Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut.


Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi tujuh syarat atau dikenal juga dengan 7C, yaitu:

< !--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.

< !--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.

< !--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan.

< !--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Concreteness (Konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.

< !--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memilik makna yang jelas.

< !--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikas bisnis.

< !--[if !supportLists]-->7) <!--[endif]-->Correctness (Ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi).


Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.

Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.



Referensi:

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Rosenblatt, S. Bernard.Communication in Business. Prentice Hall, Inc. Engelwood Cliffs, NJ (1985)
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->forzainterkomunikasi.blogspot.com/2012/10/pengertian-komunikasi-bisnis.html
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->http://heber-makariorio.blogspot.com/2010/10/komunikasi-bisnis.html